Kala aku, merasa diambang pikiran. Dalam asa gejolak perasaan, merasa kegalauan masa kini yg mulai cepat berdesir, kembali kupusatkan itu padamu. Ya, kamu. Satu-satunya ciptaan Tuhan, seseorang yg kukagumi sedari lama, tak kusangka pun terwujud menjadi cinta. Perasaan yg dahulu terselip di relung hati, sulit untuk kujangkau sendiri kini lahir menjelma menjadi rajutan benang asmara. Kali pertama, hingga kini, tak ingin aku lupa rasanya manis perasaan itu. Kau, mendekapku nyaman dalam setiap bentuk perhatian dan sayang tulus yg kau beri, dalam setiap senyum yg kau ukir manis untukku. Namun, waktu yg masih jadi kendala. Bagai telunjuk terpisah oleh sela dalam meraih kelingkingnya. Ahh.. Cinta, virus merah jambu yg merekah indah dalam masa beranjak dewasa. Yang dikata orang, "cinta monyet" aku tak bisa membenarkan maupun menyalahkan itu, jika memang sudah takdir kau untukku?siapa yg bisa merubah?senyum sayup sayup kembali datang ketika aku mengingatmu. Sedih pun turut menemani. Saat kubayangkan manis ini akan benar luntur karena sebuah ungkapan. Kita belum mengenal benar apa itu, cinta. Tak peduli! Hatiku normal bisa mencintai, dan lagi lagi, kamu pusatnya. Teman>teman spesial>pacar>untuk selamanya. Impiku,mu juga. Barangkali?











