ⓢⓐⓑⓘⓝⓔ'ⓢ


Kamu Takut Gagal? Jangan!
Agustus 18, 2012 | 15.54 | 0 Words
Teman-teman yang berbaik hati yang sedang berjalan-jalan di blog saya:) Halo dan salam sejahtera. hari ini tanggal 18 Agustus 2012. Sehari setelah hari kemerdekaan Indonesia. Di kesempatan kali ini, saya akan berbagi cerita motivasi buat kalian. Di baca ya...

Rasa takut akan kegagalan pastinya pernah menggelayut di dalam diri dan pikiran kita manusia. Bahkan karena rasa itu juga, kita jadi malas dan putus asa untuk memperbaiki nya kembali. Padahal, sebenarnya kita bisa mengusir semua rasa itu dengan rasa percaya diri dan keoptimisan kita terhadap kemampuan yang kita miliki. Namun, kebanyakan orang yang sudah berputus asa tidak memikirkan cara bagaimana untuk bisa memperbaiki kegagalan tersebut karena sudah terlanjur down. 

Di kelas 9 ini, saya sudah beberapa kali melewati ujian di bulan-bulan awal. Sebutkan saja itu adalah biologi, fisika, sejarah, dan matematika. Saat menjelang hari H untuk ulangan Biologi, saya terus terang panik. Karena sudah ada sekelebat rasa pesimis nanti saya akan blank dalam menjawab soal-soalnya. Bahkan, karena sangking panik, saat guru Matematika saya sedang menerangkan pelajaran dan memberi catatan, saya sama sekali tidak menghiraukannya dan terus saja menghafal materi Biologi yang akan diujiankan. Saya tau, saya salah. Namun, rasa kebersalahan saya itu tertandingi oleh rasa panik yang saya alami. Alhasil saya tidak mengerti pelajaran Matematika yang barusan diterangkan.

Detik demi detik berlalu, pelajaran Matematika pun usai dan saatnya waktu bergulir untuk menyambut ujian Biologi. Disini, rasa was-was saya semakin menjadi. Ketika soal dibagikan ternyata tidak begitu sulit. Namun, memang ada beberapa materi yang saya lewatkan, jadi tidak tahu jawaban benarnya. Bagian yang paling saya takutkan sebelumnya adalah essay. Ternyata apa? Essay nya sangat mudah sekali. Bahkan, saya yakin, anak kelas 7 saja mampu mengerjakan nya dengan menutup mata. Disini penyesalan saya semakin menjadi, karena melewatkan penjelasan dari pelajaran sebelumnya hanya untuk panik dan panik bagaimana soal Biologinya nanti...

Hasil yang saya dapatkan untuk ujian Biologi kali itu memang kurang memuaskan hati. Target saya belum tercapai. Walau berat, saya mencoba untuk mengikhlaskan nilai saya kali itu. Benar-benar nilai itu adalah hasil dari kepanikan. Tidak buruk, tapi tidak memuaskan...

Beralih ke ujian Fisika, saya sudah cukup mengerti dengan materi yang diajarkan. Saya mencoba metode belajar santai dan tidak terlalu panik seperti di ujian sebelumnya. Dan itu membuahkan hasil! Sangat memuaskan. Hasilnya perfect!

Mungkin karena faktor 'meremehkan', di ujian sejarah dan matematika kali ini kurang baik. Kenapa meremehkan? Ya! karena saya telah mendapatkan hasil yang baik di ujian Fisika. Meskipun, hati kecil saya berkata 'jangan remehkan, terus kejar nilai sempurna sampai akhir ujian!' In fact, semua itu tidak terterapkan. Kecewa sekecewa kecewanya saya. Ketika menghadapi soal dan menyadari bahwa saya tidak mengerjakannya dnegan maksimal. Apalagi di ujian Matematika. Hah.....Rasa nya jika waktu bisa diputar saya akan mendengarkan dan menyimak penjelasan guru saya sewaktu mau ujian Biologi. Akhirnya seperti inilah, panik=tidak baik!

Setelah selesai ujian, saya berfikir bahwa sebenarnya soal-soal itu mudah dan hanya perlu logika kita untuk berjalan sedikit. Namun apa daya?sudah berlalu dan saya tidak bisa.. give up..

Saya menangis kala itu. Benar-benar menangis jika kalian ingin tahu. Menangis, menyesali mengapa saya tidak bisa mengerjakannya dengan baik? Mengapa lagi lagi saya harus berperasaan tidak enak untuk nilai saya? Sungguh, sebenarnya menyesali dengan cara menangis adalah hal bodoh. Tapi saya melakukannya! Karena apa dikatakan hal bodoh? Karena dengan menangis tidak akan bisa menyelesaikan apapun! Yang sudah terjadi biarlah terjadi! Buang rasa menyesal buaya itu! Saat itu benar tak terpikirkan oleh saya bahwa menangis tak menyelesaikan segalanya karena saya panik. PANIK! Beruntung, sahabat saya mau mendukung saya, ia berkata 'Bin, kamu oke bisa dibilang gagal dalam ujian kali ini, tapi kamu bisa kejar nilai sempurna itu di Try Out, di UAS dan UAN! Maish banyak dan panjang kesempatan jika mau berusaha. Fighting!"

Fighting..itulah kata-kata yang selalu terngiang di pikiran saya. Saya memahami betul dukungan sahabat dan orang-orang di sekitar saya. Saya berusaha untuk menerapkannya dalam kehidupan saya setelah ini sampai seterusnya, hingga saya tak takut lagi dengan yang namanya kegagalan!

"Kegagalan adalah Ibu kandung dari kesuksesan"
Jangan pernah takut untuk gagal dan berputus asa dalam menyikapi kegagalan itu, sukses telah menantimu di ujung sana. Terus lah berlari, gapai sukses kita mulai dini ! :)

Success sign, with love,

Sabina Puri Kinanti





-Past- | -New-

Blinkie Text Generator at TextSpace.net