Hentikan Kesalah pahaman Ini!
Agustus 23, 2012 | 09.57 | 0 Words
Suatu siang, sang gadis kecil tengah bermain di halaman rumahnya. Ia begitu gembira bermain bersama boneka-bonekanya, bermain minum teh, merasa bahwa seluruh boneka itu ialah juga keluarganya. Kegembiraan itu lantas pudar, setelah ia tak sengaja mendengar insiden antar mulut dari kedua orangtuanya.."Mas, sudahlah! Aku sudah nggak tahan sama kehidupan rumah tangga kita! Aku nggak tahan juga melihat Sheila yang masih kecil harus mengetahui ini! Aku ini Ibunya, Mas, Ibunya! Apa kamu nggak tau rasa seorang Ibu terhadap anaknya?"
"Jangan semena-mena, ya. Saya ini juga Ayahnya! Kamu tidak boleh egois seperti itu! Itu anak kita. Aku juga nggak tega dia harus mengalami semua ini!"
Tak terasa, bulir air mata yang seharusnya masih terbendung ditempatnya, mengalir begitu deras membasahi pipi gadis kecil itu. Boneka yang tengah berada dalam dekapannya, kini terbasahi oleh air mata tak berdosa itu..
Sesekali, gadis itu sesenggukan, ia berusaha menahan suaranya, agar orangtuanya tak mengetahui bahwa selama ini ia mendengarkan percakapan mereka..
"Bunny, Ayah dan Ibu sekarang sedang musuhan ya? Bunny, aku nggak mau ini terjadi. Aku nggak mau kedua orang tua yang aku sayangi musuhan... Nanti, nggak ada yang ngerawat aku lagi.. Apa mungkin mereka nggak sayang lagi sama aku, Bunny?" isaknya curhat dengan Bunny bonekanya..
"Kamu mau tau gimana jadinya anak kita nanti kalau kita terus-terusan seperti ini, ha?!" bentak Ayah.
"Dia akan jadi anak yang tegar, dia bisa melalui hidup ini dengan baik! Aku yakin itu, Mas!" sahut Ibu.
"Tapi dia nggak akan sempurna kalau tanpa kita, Bu. Dia masih butuh bimbingan kita!"
"Mas, sudahlah. Aku yakin, ia adalah gadis yang kuat. Lagipula, ia juga jarang peduli padaku. Walau begitu, aku tetap mencintainya karena ia adalah darah dagingku sendiri..."
"Kamu.........." geram Ayah.
"Stop!" teriak gadis kecil itu.
Ia melangkahkan gontai kaki mungilnya, menuju ke jarak antara Ayah Ibunya berdiri dan saling beradu mulut. Dengan mata sembab dan suara isaknya, gadis itu menatap nanar Ayah Ibunya.
"Ayah, Ibu, kenapa...Kenapa seperti ini... Sheila nggak mau Ayah Ibu musuhan...Sheila masih mau dipelukan Ayah Ibu sampai Sheila besar nanti...Sheila masih ingin ngerasain kasih sayang yang Ayah Ibu berikan sama Sheila..."
Belum sempat kalimatnya selesai, Sheila kembali mengucurkan deras air matanya..
"Sheila sayang sama Ayah dan Ibu, tanpa terkecuali.."
Teman-temanku semua, apa yang mau disampaikan melalui cerita ini ialah, kesalahpahaman sebenarnya bukan suatu alasan untuk memperbesar masalah. Jika dalam suatu keluarga ada insiden seperti ini, anak lah yang menjadi korban penderitaan. Dengan tubuh mungil tak bisa berbuat apapun selain mengatakan 'aku sayang kalian' untuk membuat suasana menjadi damai seperti sedia kala. Dasarnya, seorang anak pasti mencintai kedua orangtuanya, mereka berusaha tidak untuk pilih kasih dalam menyayangi orangtua, karena mereka tau, siapa yang merawat dan membesarkan mereka sampai saat ini. Mereka juga tau, betapa besarnya keinginan orangtua dalam bekerjasama mengindahkan bahtera keluarganya. Mereka juga tau, kelak seluruh kebahagiaan itu bisa dinikmati bersama dan untuk bekal sang anak nanti untuk mencapai suksesnya, membahagiakan kedua orangtua mereka dan mencintai mereka seumur hidupnya.
Jadikanlah hari-hari kalian indah bersama keluarga..
With love,
SabinaPK.











